10 Jajanan Pasar Yang Sayang Dilewatkan

10 Jajanan Pasar Yang Sayang Dilewatkan

Jajanmakanan.com – Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang tidak terbatas, mulai dari makanan berat hingga jajanan pinggir jalan yang menggiurkan. Jajanan tersebut pun terdiri atas beraneka macam rasa, mulai dari manis hingga gurih. Beberapa di antaranya mudah ditemui, tetapi beberapa lagi harus Anda cari di pasar-pasar tradisional. Tidak hanya bisa menjadi camilan di sore hari, Anda juga bisa menikmati jajanan sebagai sarapan ringan di pagi hari.

Apa saja jajanan pasar tersebut? Makanan ini terbuat dari beras ketan dan berisi cairan gula merah. Bagian luarnya kemudian digulirkan ke dalam parutan kelapa sehingga rasanya gurih bercampur manis. Camilan berbentuk bulat ini ternyata tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. Hati-hati saat mengonsumsi klepon yang baru matang, jangan sampai gula merahnya menyembur ke pakaian Anda. Tampilannya seperti pipa kecil karena mengikuti wadah tempat memasaknya, yaitu batang bambu. Putu memiliki ciri khas dari bunyinya yang tinggi melengking sehingga penjualnya mudah dikenali dari jauh.

Meskipun tampilannya berbeda, bahannya hampir sama dengan klepon. Perbedaannya hanyalah tepung beras yang digunakan putu tidak selengket klepon, sehingga bila tidak dimasak sampai matang, adonannya mudah buyar. Mungkin ini adalah jajanan yang paling mudah ditemui dan dikenal berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya dijual di pasar, penjual jajanan pinggir jalan pun terkadang memasukkan onde-onde ke dalam jualan mereka. Bentuknya bulat dan bagian luarnya dihiasi biji wijen. Isinya bisa macam-macam, tetapi umumnya kacang hijau. Makanan khas Jawa Tengah ini terbuat dari pati ketela pohon dan tersaji dalam berbagai bentuk, seperti kotak dan bulat. Teksturnya kenyal dan rasanya manis sehingga camilan ini tidak hanya disukai orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Sebelum cenil yang sudah matang siap dihidangkan, biasanya akan diberi parutan kelapa dan taburan gula pasir. Tampilannya sangat menarik, terutama bagi kalangan anak-anak. Kue lapis umumnya terdiri atas dua sampai tiga warna. Terbuat dari tepung beras, santan, gula, garam, dan pewarna, kue ini teksturnya kenyal dan rasanya manis.

Baca juga : Cara Unik Pembuatan Clorot

Mereka yang menyukai kue ini umumnya memakannya dengan dua cara: langsung digigit atau melepas lapis demi lapis. Seperti klepon, kue ini juga dapat ditemui di negara tetangga, mulai dari Brunei Darussalam, Malaysia, hingga Singapura yang disebut kuih lapis. Penganan ini terbuat dari singkong. Setelah dikukus dan dikupas, singkong dihancurkan kemudian dicampur dengan kelapa parut, gula, dan sedikit garam. Gula juga kadang diganti dengan gula merah agar warnanya lebih kecokelatan dan memiliki rasa gurih. Gethuk juga kerap dibuat dengan menggilingnya di penggiling daging lalu dipotong-potong berbentuk kotak dan ditaburi kelapa. Orang mengenalnya dengan nama gethuk lindri. Para penjual gethuk lindri mudah dikenali dari jauh karena sering memasang lagu dangdut kencang-kencang di gerobak mereka. Namanya terdengar aneh dan menggelitik telinga. Makanan ringan ini berasal dari Jawa Barat dan terbuat dari tepung sagu aren kering, air, gula Jawa, daun pandan, kelapa, dan garap. Termasuk ke dalam golongan kue basah karena teksturnya yang lembut dan kenyal, rasanya manis dengan sedikit rasa gurih saat Anda kunyah.

Sayang, ongol-ongol kini mulai langka keberadaannya karena peminatnya yang semakin berkurang. Kue ini terbuat dari ketan yang ditaburi parutan kelapa dan disiram gula merah cair, kemudian dibungkus dengan daun pisang. Rasanya manis dan gurih. Meskipun termasuk ke dalam golongan jajanan pasar, di beberapa daerah, lupis kerap menjadi hidangan saat sarapan. Kue ini masih cukup sering kita temui di pasar atau pinggir jalan. Camilan ini dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan sedikit santan dan parutan kelapa sehingga teksturnya renyah saat digigit. Sekarang, kue pancong tidak hanya dicampur dengan kelapa. Beberapa varian rasa modern juga sudah dikembangkan, seperti cokelat dan keju. Dari luar tampak tidak menarik karena hanya adonan putih yang dibungkus dengan daun pisang. Namun, sekali gigit saja, Anda akan menemukan potongan pisang di dalamnya. Nagasari memiliki rasa yang gurih manis. Terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula yang bagian dalamnya diisi pisang. Orang Bugis sendiri menyebut kue ini bandang-bandang. Namun, ada pula yang hanya menyebutnya dengan nama kue pisang.

Selain itu, janganlah sampai lupa untuk memanaskan oven terlebih dahulu sebelum adonan siap diganggang kurang lebih 5 menit. Jangan sampai biarkan adonan yang siap dipanggang terlalu lama berada di suhu ruangan, (penyebab bantat). Mungkin hal ini sepele bagi Anda tapi ini hal yang akan menyebabkan adonan turun dan mengalami bantat ketika saat sudah matang. Di jamin mendapatkan balu pandan yang bagus dengan mengembang sepurna dan berteksur sangat lembut. Banyak orang yang mengenal kue ini dengan sebutan kue lapis karena biasanya kue ini terdiri dari dua warna yang berlapis-lapis. Kue ini sudah banyak ditemui di daerah-daerah di Indonesia. Keunikan dari kue ini yaitu dikukus setiap lapisannya sebelum kemudian lapisan di atasnya ditambahkan. Makanan ini dijamin enak dan sehat karena pewarna yang digunakan untuk kue lapis bisa terdiri dari pewarna makanan buatan atau pewarna alami. Pewarna yang sudah pasaran atau sudah banyak orang bikinya dengan pewarna sirup bunga mawar (merah) dan pandan (hijau).