4 Resep Jajanan Pasar Yang Mudah Dibuat Di Rumah

4 Resep Jajanan Pasar Yang Mudah Dibuat Di Rumah

Jajanmakanan.com – Indonesia kaya akan beraneka ragam makanan daerah, termasuk kue-kue tradisional. Rasanya yang lezat dan khas membuat kue-kue tersebut pas sekali di lidah orang Indonesia. Tidak hanya itu, kue tradisional ini juga mudah dicari, bahkan bisa dengan mudah Anda temui di toko yang menjual berbagai macam kue, supermarket, hingga pasar tradional. Tak heran, banyak orang menyebutnya sebagai jajanan pasar. Tertarik ingin coba membuatnya sendiri di rumah? Tenang, cara membuatnya tidak sulit, kok. Dengan berbekal beberapa resep jajanan pasar berikut ini, Anda bisa menyajikan camilan sehat khas Indonesia. Salah satu jajanan pasar yang banyak diburu orang adalah kue pukis.

Kue ini biasanya disajikan dengan topping keju atau meses, Anda hanya tinggal menyesuaikannya dengan selera dan keinginan. 1. Ayak tepung terigu, lalu campur dengan ragi instan dan aduk hingga rata. 2. Kocok telur dan gula hingga kental dan mengembang. Kemudian masukkan campuran tepung terigu sedikit demi sedikit, aduk hingga tercampur rata. 3. Tambahkan santan sambil diaduk perlahan hingga rata, lalu diamkan selama 30 menit. 4. Panaskan cetakan kue pukis, oles dengan margarin. 5. Selanjutnya, tuangkan adonan kue pukis pada cetakan kira-kira setinggi ¾ cetakan.

6. Setelah bagian tepi kue pukis mulai matang, taburkan meses atau keju untuk topping. Kemudian biarkan hingga kue matang. 7. Angkat dan sajikan kue pukis selagi masih hangat. Bagi Anda pecinta olahan pisang, tentunya makanan yang satu ini akan masuk ke dalam daftar kue favorit Anda. Cara membuatnya pun tidak sulit sehingga cocok dijadikan teman untuk bersantai di sore hari. 1. Masak campuran tepung beras, sagu, gula putih, garam, dan vanili, aduk hingga rata. 2. Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk secara perlahan, lalu masukkan daun pandan sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan matang, angkat. 3. Ambil selembar daun pisang, beri satu sendok makan adonan tepung yang tadi telah matang. 4. Letakkan sepotong pisang ditengahnya, kemudian tutup lagi dengan adonan tepung. 5. Bungkus adonan nagasari dengan cara menekuk kedua ujung daun pisang. 6. Terakhir, kukus nagasari selama 30 menit sejak air mendidih. 7. Kue nagasari siap disajikan. Nah, kalau jajanan pasar yang ini cukup mengenyangkan. Pasalnya, kue lumpur terbuat dari bahan dasar kentang yang mengandung karbohidrat.

Tentunya, akan lebih nikmat lagi bila disajikan dengan secangkir teh hangat untuk dinikmati sambil bersantai. 1. Rebus air, gula putih, dan margarin hingga mendidih. 2. Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit, sambil diaduk rata. Masak hingga semua adonan matang, lalu angkat. 3. Masukkan kentang yang sudah dihaluskan, gula pasir, dan vanili bubuk. Aduk hingga semua adonan tercampur rata. Kemudian tambahkan telur satu per satu, sambil dikocok dengan mixer secara perlahan. 4. Tuang santan sedikit demi sedikit, sambil dikocok pelan. 5. Panaskan cetakan kue lumpur, serta oleskan dengan margarin. Selanjutnya, tuang adonan hingga ¾ cetakan, tutup sebentar kurang lebih 10 menit. 6. Kemudian letakkan kismis di atasnya. Tutup kembali dan biarkan hingga kue matang. 7. Kue lumpur siap untuk disajikan. Ingin mencoba jajanan pasar yang berkuah? Sajian yang satu ini pas untuk Anda. Ya, putu mayang sering kali dihidangkan dengan tambahan kuah untuk menambah cita rasa khasnya. Penasaran ingin coba membuatnya sendiri? 1. Masak tepung beras, gula, garam, dan santan, di atas api kecil sambil diaduk hingga menggumpal. Angkat, lalu pindahkan ke dalam mangkuk besar. 2. Tambahkan tepung sagu sambil di aduk perlahan hingga tercampur rata. 3. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Beri pewarna merah pada satu bagian, pewarna hijau di bagian yang lain, dan biarkan sisanya berwarna putih. 4. Masukkan ketiga adonan ke dalam cetakan putu mayang. Sambil ditekan saat diletakkan di atas daun pisang yang telah diolesi minyak goreng. 5. Kukus di atas api sedang selama kurang lebih 20 menit, angkat. 6. Buat saus dengan cara mencampurkan semua bahan saus, lalu diaduk hingga mendidih. 7. Sajikan putu mayang dengan sausnya selagi hangat.

Proses pemanggangan dengan gerabah itulah yang mengeluarkan aroma khas daun pisang bercampur dengan gurih beras ketan, parutan kelapa, manis gula jawa dan harum daun suji. Jangan ditanya. Manis-manis gurih serasa meleleh di dalam mulut ketika disantap. Kue kembang waru, kue yang merupakan legenda kuliner dari Kotagede ini bentuknya memang seperti bunga pohon waru yang banyak terdapat di Kotagede. Alkisah di masa penjajahan, penduduk pribumi menginginkan kue yang sering dibuat oleh para pendatang Inggris ataupun Belanda. Mereka kemudian mengadopsi resep kue dengan mencampur terigu, telur, susu, dan lemak nabati untuk membuat kue ini. Kini, kue kembang waru sudah sulit ditemukan meski di pasar tradisional sekalipun. Padahal dengan teksturnya yang empuk namun renyah, kue basah ini adalah pasangan serasi untuk menyesap teh hangat di sore hari. Satu lagi kue yang patut Anda coba, ukel manis. Kue kering yang sekilas masih satu keluarga dengan kue putri salju. Terbuat dari tepung terigu dan santan yang kemudian dibentuk menyerupai angka 8, digoreng, ditiriskan, lalu ditaburi dengan gula halus, memang membuat tampilan kue ini mirip dengan kue putri salju. Hanya saja berwarna kecoklatan. Semakin melangkah, semakin banyak Anda temukan jajan pasar di bagian tengah.

Di jalan pembatas antara los pasar yang memanjang dari utara ke selatan, ada banyak ibu-ibu bahkan simbah-simbah yang menjual jajan pasar beraneka ragam, diantaranya makanan tradisional khas Jogja seperti getuk dari Gunungkidul yang terbuat dari ketela dan geplak asal Bantul yang berwarna-warni, serta jadah manten. Bermacam jenis jenang (bubur kental; Jawa) seperti jenang sungsum berwarna putih yang terbuat dari tepung beras dan santan, jenang mutiara dengan bulatan kecil merah mudanya yang khas, juga jenang grendul dengan bulatan berwarna coklat sebesar kelereng yang kenyal. Tak hanya itu saja, masih ada jenang ketan, wajik, dan bintul (teksturnya mirip getuk namun terbuat dari ketan dan kacang koro) yang dicetak dalam mangkuk ukuran besar, kemudian ditumplek (dibalik; Jawa) di atas daun pisang atau jati, lalu diiris-iris sesuai keinginan pembeli. Dua jajanan favorit saya. Sego jagung (nasi jagung) yang dibulat kecil-kecil seukuran kepalan tangan dan grontol yaitu pipilan jagung yang dikukus hingga matang dan mlethek (merekah; Jawa) dan ditaburi dengan parutan kelapa.