Kunjungilah Tempat Traveling Terbaik di Purwakarta

Kunjungilah Tempat Traveling Terbaik di Purwakarta – Saat ini sudah semakin banyak destinasi terbaik yang di gunakan untuk dapat memberikan relax pada orang yang sedang pusing, salah satu jalan keluar terbaiknya adalah dengan melakukan liburan. Ngomongin liburan memang tidak pernah membosankan. Selain bisa menambah pengalaman menjelajah tempat baru, liburan juga bikin pikiran lebih segar. Tapi tentunya, untuk liburan kita perlu menimbang lokasi yang hendak dikunjungi. Nah, Purwakarta bisa jadi pilihan. Berikut 5 alasan yang membuat kamu wajib mengunjungi Purwakarta!

Kunjungilah Tempat Traveling Terbaik di Purwakarta

1. Spot foto bagus
Kamu suka foto-foto? Di Purwakarta bertebaran spot foto cantik yang akan bikin feed Instagram kamu makin kece. Mulai dari lokasi yang alam banget, sampai tempat wisata yang kekinian, Purwakarta punya semuanya.

Terlebih lagi jika pergi bersama teman-teman, akan sangat seru saat sesi berfoto-foto bersama. Untuk berfoto bcbcomics cantik kamu bisa mengunjungi tempat-tempat seperti Hidden Valleyhills Purwakarta, Bukit Katumbiri, Cikao Park, atau Desa Sejuta Batu.

2. Tempat wisata gratis
Gak perlu mengeluarkan uang banyak untuk berlibur di Purwakarta. Rata-rata objek wisata di Purwakarta bisa kamu datangi secara gratis. Untuk lokasi wisata yang gratis kamu bisa mengunjungi Galeri Wayang, Sungai Cidomas, Bale Panyawangan Diorama Nusantara, Curug Cisomang, Taman Air Mancur Sribaduga, dan Bale Indung Rahayu.

Pada beberapa destinasi yang berbayar pun, tiket masuk dijamin tidak mahal. Selain itu, jika kamu berada di pulau Jawa, Purwakarta mudah dikunjungi dengan kereta alias tak wajib ditempuh menggunakan pesawat. Dengan biaya yang murah, kamu sudah bisa berlibur dan beristirahat sejenak dari rutinitas yang padat.

3. Mengunjungi berbagai macam museum

Jika kamu suka mengunjungi museum, kabar baiknya adalah ada banyak museum di Purwakarta yang bisa dikunjungi. Seperti Museum Galeri Wayang yang memamerkan koleksi wayang nusantara dan Museum Citra Resmi yang memiliki isi kisah-kisah wanita Sunda yang membesarkan anak-anak mereka.

Kemudian, ada juga Bale Panyawangan Diorama Nusantara yang berisi sejarah nusantara. Di dalam museum ini banyak permainan interaktif. Museum di Purwakarta umumnya terawat dengan baik dan membuat pengunjungnya betah.

Inilah Kasus Pembunuhan yang Terjadi Karena Suatu Hal

Inilah Kasus Pembunuhan yang Terjadi Karena Suatu Hal – Saat ini sudah semakin banyak jenis kasus yang terjadi di sekitar kita saat ini. Kasus pembunuhan barangkali menjadi salah satu kasus yang paling menyita perhatian dari pihak penyidik atau kepolisian. Bahkan, ada banyak kasus pembunuhan yang terjadi di dunia yang masih belum terungkap hingga kini.

Minimnya bukti dan tidak adanya saksi mata membuat beberapa kasus pembunuhan masih menjadi misteri. Namun, ternyata ada beberapa kasus pembunuhan yang terungkap akibat hal-hal yang tak terduga.

Inilah Kasus Pembunuhan yang Terjadi Karena Suatu Hal

Kasus pembunuhan yang tak sengaja terungkap karena jejak DNA
Cepat atau lambat, pelaku pembunuhan pasti akan menerima hukumannya. Sepertinya murder hal ini memang cocok untuk menggambarkan sosok Gary Raub, seorang pelaku pembunuhan yang tertangkap akibat hal sepele. Bangor Daily News memberitakan bahwa Gary Raub pernah melakukan pembunuhan pada 1976 silam, dan meskipun polisi berhasil mengidentifikasi Gary Raub sebagai pelakunya, namun Gary masih dapat melarikan diri dan menghilang tanpa jejak. Nah, pada 2010 lalu ada seorang tunawisma tak bernama yang terlibat perkelahian dengan senjata tajam. Karena tak ada korban jiwa, polisi hanya menyita pisau yang dipakai oleh gelandangan tersebut.

Betapa terkejutnya pihak kepolisian pada saat melakukan tes DNA di pisau tersebut, di mana ditemukan jejak DNA korban pembunuhan 1976 silam. Tak mau gegabah, polisi menyamar sebagai sales permen karet dan menawarkan permen karet kepada gelandangan tersebut. Kecerdikan polisi membuahkan hasil. Si tunawisma mau mengunyah permen karet tersebut dan dari hasil kunyahan permen itu, didapatkan bukti DNA bahwa ia adalah Gary Raub yang telah melakukan pembunuhan pada 1976 silam.

Kaus kaki korban menjadi petunjuk kuat terhadap pelaku pembunuhan
The Guardian pernah memberitakan bahwa pengusaha Amarjit Chohan beserta anak dan istrinya dilaporkan menghilang pada 2003 silam. Chohan sendiri adalah miliarder asal India yang menetap di London. Sebelum pembunuhan terjadi, Chohan sempat dibawa ke tempat kediaman seorang kenalannya yang bernama Kenneth Regan. Entah karena curiga atau mungkin memiliki perasaan tidak enak, Chohan diam-diam mencatat alamat rumah Regan di secarik kertas dan ia simpan di dalam kaus kakinya.

Benar saja, ternyata Regan yang dibantu dengan rekannya memang berniat menghabisi Chohan dan keluarganya. Jasad Chohan dan keluarganya dibuang di laut, dan akhirnya ditemukan oleh pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama polisi segera mendapatkan informasi dari secarik kertas basah yang terdapat di dalam kaus kaki Chohan. Akhirnya, kedua pelaku pembunuhan tersebut ditangkap dan didakwa pasal pembunuhan berencana.

Pelaku pembunuhan tertangkap karena patung
Seorang suami sekaligus ayah bernama John List telah tega membunuh anak dan istrinya karena keluarganya tersebut dianggap telah jauh dari agama. Bahkan ia dianggap sebagai pelaku pembunuhan paling lihai dalam hal menyamar dan mengubah nama, seperti diberitakan laman Forensic Files Now. John List adalah seorang kaya raya dengan rumah mansion yang luas. Ia sendiri adalah seorang kepala dari sebuah bank terkenal di Amerika, sekaligus pendiri sebuah kelompok sekte religius yang cukup fanatik.

Pada 1971 ia membunuh seluruh keluarganya karena menganggap bahwa anak dan istrinya sudah mulai menjauhi hal-hal yang berbau spiritualitas. Ia menulis sebuah surat pengakuan dan setelah itu ia menghilang dalam kurun waktu yang lama. 20 tahun kemudian ada stasiun TV yang mencoba kembali mengangkat kasus ini, dengan cara coba-coba memperkirakan bagaimana wajah John List saat tua, dan mengaplikasikannya dengan patung tanah liat. Percobaan tersebut ternyata berhasil, dan John List ditangkap karena ada tetangganya melaporkan bahwa ada seseorang yang sangat mirip dengan patung tersebut. Setelah tes DNA dan sidik jari, John List yang saat itu berganti nama menjadi Robert, tak lagi dapat mengelak.