Resep Jajanan Pasar Tradisional Kemplang

Resep Jajanan Pasar Tradisional Kemplang

Jajanmakanan.com – Resep Jajanan Pasar Tradisional Kemplang. Pernahkan kalian nyobain jajanan yang terbuat dari tepung ketan dan kelapa parut yang satu ini ? Jajanan ini bisa didapatkan di pasar tradisional di daerah Tulungagung. Sama halnya dengan jajanan Timus yang saya bikin tak lama lalu, jajanan kemplang ini juga merupakan salah satu makanan yang dijual oleh ibu saya di Tulungagung. Bahkan bisa dibilang bahwa cemilan yang satu ini adalah favourite saya sejak kecil. Rasanya yang gurih dan sedikit kenyal sangatlah enak untuk teman minum teh atau kopi. Tak hanya dinikmati selagi masih hangat, jajanan kemplang ini enak juga jika dinikmati ketika sudah dingin, bahkan keesokan harinya.

Hanya saja sayangnya susah sekali untuk mendapatkan kelapa parut yang fresh di Perth. Mau nggak mau ya pakai seadanya, yaitu kelapa parut frozen alias beku. 1. Siapkan wadah ukuran sedang, campur menjadi satu tepung beras, garam dan kelapa parut. 2. Aduk campuran diatas dengan menggunakan tangan sampai rata. 3. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai bahan tercampur rata dan tekstur seperti dough (adonan yang bisa dibentuk dengan menggunakan tangan dengan mudah). 4. Ambil setengah genggaman (kira-kira 2 sdm penuh) adonan diatas, bentuk setebal kira-kira 1 cm memanjang sampai adonan habis. 5. Panaskan minyak goreng dalam api sedang. 6. Goreng adonan yang sudah dibentuk tersebut sampai kekuningan. 7. Untuk yang suka manis, taburi jajanan kemplang dengan tepung gula diatasnya sewaktu penyajian. Atau bisa disajikan begitu saja untuk teman teh atau kopi di pagi dan sore hari.

Ngopi atau minum kopi setiap pagi atau sore hari. Kemudian ngemil entah itu makanan ringan atau jajanan pasar. Hobi inilah yang menjadi prospek bisnis jajanan pasar. 2) jajanan pasar biasanya merupakan jajanan yang masih tradional sehingga belum banyak diolah dan dikembangkan menjadi jajanan pasar yang eye catching dan madol (memiliki nilai jual). 3) Bisnis jajanan pasar bisa dilakukan tanpa modal dan tanpa risiko. Bisnis tenongan dapat dilakukan dengan modal sedikit dan risiko sedikit. Bahkan dapat dilakukan tanpa modal dan tanpa mengikat waktu serta tanpa risiko sama sekali. Peluang-peluang inilah yang bisa dimanfaatkan menjadi sebuah bisnis. Kita tentu berpendapat bukannya repot harus membuat aneka jajanan pasar sendiri dan ada risiko jika tidak laku? Memang benar jika kita membuat sendiri, namun ada cara lain yang lebih mudah dan tanpa risiko yaitu Anda cukup berperan sebagai penjual (reseller) sedangkan jajanan dipasok dari para pengusaha kecil jajanan pasar yang mengadopsi sistem titip. Kita cukup menyediakan tempat dan peralatan.

Baca juga : Awas! Jajanan Anak Sekolah Tercemar Mikrobiologi

Kunci keberhasilan bisnis ini terletak dari posisi tempat berjualan. Jika strategis artinya tempat ramai orang atau tempat berkumpulnya orang misalnya pasar, perumahan, sekolah, perempatan, dan jumlah pemasok yang mau menitipkan jajanan. Kelebihan bisnis ini adalah tidak memerlukan modal yang besar alias bisnis modal kecil. Peralatannya juga cukup menyediakan meja panjang dan jam operasional cukup singkat yaitu pagi hari antara jam 6 sampai 9 pagi sehingga cocok sekali untuk dijadikan usaha sampingan. Meskipun bisnis jajanan pasar terlihat mudah, namun bukan berarti tanpa tantangan. Mencari lokasi yang ramai pembeli tidaklah mudah. Kita harus bisa meyakinkan pemasok jajanan pasar jika lokasi berjualan cukup potensial sehingga pemasok mau menitipkan jajanan pasar. Ketepatan waktu pemasok mengirimkan jajanan juga menjadi faktor penting. Jika kesiangan tentu menjadi tidak berarti karena waktu jualan hanya sebentar. Selain itu, karena bisnis ini mudah dilakukan oleh siapapun maka setiap pebisnis harus siap menghadapi persaingan. Untuk itu, survei pasar sangat diperlukan karena dengan survei tersebut kita dapat mengetahui jajanan apa yang paling laris dan disukai di pasar. Survei pasar juga dibutuhkan untuk merinci target pasar termasuk mencari dan menemukan supplier jajanan pasar yang mau menjual jajanan pasar.

Cara pertama dapat dilakukan, pedagang tenongan membeli makanan-makanan kecil di pasar atau jajanan pasar sesuai modal. Kemudian jajanan pasar yang telah dibeli itu diperjualbelikan kembali untuk memperoleh keuntungan di lingkungan perumahan/perkampungan. Pedagang ini bisa memasarkan dagangan di tempat tertentu dengan sistem sewa, namun ia tetap menunggu dagangan sampai habis. Hanya saja, jika dagangan tidak habis maka jajanan pasar itu menjadi risiko diri sendiri. Dagangan yang masih tersisa itu akan mengurangi keuntungan atau mengurangi modal. Cara kedua, dilakukan tanpa modal dan risiko kecil. Caranya yang bersangkutan cukup mencari lokasi strategis atau yang banyak penduduknya. Ia cukup menggelar meja dan menerima para penjaja makanan yang bersedia menitipkan untuk dijualkan. Jika pembeli atau pelanggan banyak maka sudah dapat dipastikan keuntungan atau rezeki akan mengalir menghampiri si pedagang jajanan pasar ini. Tidak ada, karena dagangan yang tidak habis akan diambil kembali oleh si penitip. Sistem dagang seperti ini memang efektif, terutama jika telah memiliki pelanggan tetap dan tentunya didukung oleh rasa yang tidak mengecewakan dan harga yang bersaing dengan penjual lain. Sedangkan cara yang ketiga, adalah cara yang kreatif dan milenial.