Jajanan & Resep Kue Basah

Jajanan & Resep Kue Basah

Jajanmakanan.com – Kue basah tradisional sering juga disebut jajanan pasar, dari dulu hingga sekarang pun bermacam-macam kue basah masih sering dijumpai di pasar. Selain itu, adanya ritual-ritual budaya yang menyajikan hidangan kue khas tradisional ikut berperan dalam melestarikan dan kembali mengingatkan kita betapa kayanya kuliner Indonesia. Bukan hanya bercita rasanya yang enak tetapi juga memiliki bentuk dan warna yang menggoda selera. 1. Rebus santan, gula pasir, garam dan daun pandan hingga mendidih dan kental. 2. Campur tepung ketan, tapioka, kelapa parut, margarin dan vanili, aduk rata. Tambahkan santan rebus sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga kalis dan berminyak.

Tuang adonan di atas loyang yang dialasi daun pisang, ratakan. 3. Oven dengan suhu 160°C hingga 20 menit, keluarkan dari oven lalu olesi permukaannya dengan bahan olesan. Panggang lagi selama 25 menit hingga matang kuning kecoklatan. 1. Kocok telur, gula pasir, garam dan emulsifier hingga adonan mengembang. Masukkan tepung terigu yang sudah diayak.

Tambahkan santan dan pasta pandan, aduk hingga adonan tercampur rata. 2. Siapkan cetakan, isi dengan kelapa parut sambil ditekan agar kelapa padat. Tuangkan adonan hingga ¾ cetakan. Kukus selama 15 menit, angkat dan keluarkan dari cetakan. 1. Campur tepung terigu, gula pasir, emulsifier dan vanili bubuk, sisihkan. 2. Kocok lepas telur dan susu cair lalu masukkan ke dalam Adonan tepung, aduk rata lalu mixer dengan kecepatan tinggi hingga 15 menit sampai kental dan mengembang. Bagi dua adonan, satu bagian tambahkan pasta coklat, aduk hingga rata. 3. Tuangkan adonan putih dan adonan coklat secara bergantian hingga memenuhi kertas cup lalu masukkan ke dalam cetakan yang sama tingginya. 4. Panaskan kukusan, masukkan cetakan ke dalam kukusan, alasi dengan kain bersih. Kukus hingga 15 menit tanpa membuka tutup, angkat dan keluarkan kue dari cetakan. 1. Masak bahan biang sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat dan segera tuang ke dalam campuran tepung beras, tepung terigu, gula dan garam.

Baca juga : 10 Makanan Paling Laris Di Kantin Sekolah Untuk Jualan 2020

Aduk rata dengan sendok kayu. Setelah hangat, tuang santan sambil diuleni dan dikeplok-keplok hingga 30 menit. Ambil 2 sdm adonan, beri pewarna merah. Ambil 2 sdm adonan lagi, beri pewarna hijau, aduk rata. 2. Panaskan cetakan carabikang 1 jam sambil diisi kelapa parut. Tuang adonan setinggi ¾ cetakan. Teteskan adonan merah dan hijau. Panggang sampai berlubang-lubang. Cungkil bagian bawah tengah adonan. Tahan sampai merekah. Angkat, oles permukaan kue dan bagian bawah kue dengan bahan olesan. 1. Didihkan air dan garam di atas api sedang. Masukkan larutan tepung kanji sambil diaduk hingga adonan mengental, angkat. 2. Aduk terus hingga adonan mengental rata dan agak dingin, campurkan sisa tepung kanji sedikit demi sedikit ke dalamnya. Uleni hingga rata, lalu bagi adonan menjadi 3 bagian dan masing2nya diberi warna. 3. Ambil 1 sdm adonan setiap warna lalu rekatkan menjadi satu, gulung bentuk panjang sebesar kelingking lalu potong-potong. 4. Masak air dan daun pandan hingga mendidih. Kecilkan api lalu tutup panci, masak hingga aroma pandan meresap. Buang daun pandan, masukkan adonan yang sudah dipotong-potong, masak hingga mengapung (kurang lebih 5 menit), angkat. 5. Gulingkan ke dalam kelapa parut yang sudah dicampur garam, hidangkan dengan taburan gula pasir.

Dibuatnya sangat mudah dengan cara singkong digiling hingga halus ditambah gula pasir, kemudian dibubuhi pewarna makanan dan vanili dan setelah itu dicetak kecil-kecil tetapi memanjang dan dirapatkan. Kue wajik memiliki beberapa sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah. Nama wajik sendiri lebih terkenal di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Orang Sumatra nyebut kue wajik disebut puluh manis. Zaman yang sekarang berbeda dengan zaman dulu sampai sampai wajik sekarang memiliki varian, namun yang sangat terkenal adalah wajik ketan. Wajik ketan terbuat ya dari beras ketan lah yang dikukus kemudian dimasak dengan campuran santan, dan gula merah sehingga berminyak dan terasa sangat lembut. Setelah mateng lalu diangkat dari tempat pengolahan, wajik kemudian akan dibentuk atau diiris dalam bentuk belah ketupat atau jajar genjang. Bentuk dari belah ketupat atau jajar genjang oleh orang Jawa biasa disebut bentuk wajik, oleh karena itu kue ini bernama wajik. Inilah contoh varian lain dari kue wajik. Wajik kletik berasal dari daerah Blitar. Bahan utama wajik kletik juga memiliki bahan utama yang sama dengan wajik ketan yaitu beras ketan. Bedanya dengan wajik biasa yaitu wajik kletik dibungkus kecil-kecil menggunakan kulit jagung atau klobot.